3.8.11

Budaya Tertib di Jalan Raya Tanpa Petugas

Budaya tertib di jalan raya sungguh sangat penting untuk kemaslahatan semua pengguna jalan raya. Kesadaran untuk mentaati peraturan lalu lintas tidak perlu proses pemikiran yang panjang. Jika lampu pengatur lalu lintas sudah menyala warna merah berarti semua kendaraan dari arah itu harus berhenti. Tidak perlu diperdebatkan dan juga tidak perlu modal. Yang diperlukan hanyalah kemauan untuk berhenti disertai kesadaran bahwa jika melanggar lampu merah maka kemungkinan akan terjadi kecelakaan lalu lintas sangat besar. Lebih dari itu jika lampu pengatur lampu lalu lintas diabaikan maka yang terjadi adalah kemacetan lalu lintas.


Selama ini banyak pakar yang mengatakan bahwa penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas disebabkan karena jumlah kendaraan tidak sebanding dengan panjang ruas jalan. Pendapat itu memang benar. Tetapi perilaku pengguna jalanpun harus ikut dihitung sebagai penyebabnya. Lihat saja konsep “ Three in One “ yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Pemilik kendaraan lebih cerdik. Mereka memanfaatkan joki yang menawarkan jasanya untuk melengkapi kekurangan penumpangnya . Para pengemudi juga lebih senang memilih bepergian setelah jam 10.00 yaitu masa berakhirnya konsep three in one itu atau mencari jalan-jalan alternatif. Dengan demikian apa yang ingin dicapai oleh konsep itu kurang sepenuhnya didapatkan.

Jika membuat jalan raya memakan waktu yang cukup lama maka kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas yang tidak memerlukan waktu dan biaya kiranya bisa membantu menghilangkan salah satu penyebab kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas itu. Kuncinya hanya satu yaitu tertanamnya budaya tertib secara kokoh-kuat di hati sanubari para pengguna jalan raya.
Rasanya tidak adil jika dengan alasan untuk mengejar setoran lalu pengemudi angkutan kota berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang disebuah tikungan jalan atau ditempat yang ada rambu larangan untuk berhenti. Juga tidak etis jika dengan alasan untuk mengejar waktu seorang pengemudi menerobos palang pintu kereta api sehingga mengakibatkan tabrakan maut. Juga tidak ada untungnya seseorang begitu menyayangi rambutnya sehingga ia tidak mau memakai helm pengaman ketika mengendarai sepeda motornya yang akhirnya kepalanya cedera ketika ia jatuh dari sepeda motornya.

Tampaknya peringatan “ Taati rambu lalu lintas tanpa kehadiran petugas “ hanya menjadi slogan kosong belaka karena pelanggaran demi pelanggaran masih terjadi setiap saat dan di semua tempat. Mereka mentaati peraturan lalu lintas karena takut kepada petugas, bukan karena kesadaran mereka sendiri.Budaya tertib jangan hanya ditampilkan di Kawasan Tertib Lalu Lintas, namun dimana saja, kapan saja budaya tertib haruslah ngejowantah dan menjadi gaya hidup kita sebagai bangsa yang beradab.

7 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Wach Budaya Tertibnya cocok banget untuk sosok Pakde, hehe...

    BTW aku kok g bisa mendaftar artikel tentang Budaya Tertib ya, dikolom komentar selalu dijawab WordPress Error, piye jadi Pakde; akupun tak kehabisan akal langsung luncur saja ke sini:

    Pakde aku ikut daftar ya...

    Nama : Yunda Hamasah
    Judul : Menanamkan Budaya Tertib pada Anak
    url : http://yundahamasah.blogspot.com/2011/08/menanamkan-budaya-tertib-pada-anak.html

    Matur Nuhun Pakde, juga atas kunjungan beruntunnya, tapi maaf aku belum bisa ngubah kolom komentar seperti yang Pakde sarankan, sudah kuutak atik kok ndak bisa berubah juga ya? Ora mudeng opo piye yo Pakde? Hiksszz...

    BalasHapus
  3. @Ibu Yunda: maaf bu disini bukan tempat pendaftaran ADUK. Disini hanya menerima ta'jil saja.
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. Blognya pakde bertebaran dimana-mana. Hebaaaay...

    BalasHapus
  5. Selamat siang pak Dhe,.
    Makin besar aja nich,,.
    sukses terus ya,.
    makasi,.

    BalasHapus
  6. Selamat malam Pak Dhe,.
    berkunjung kembali nyambangi pak Dhe nie,.
    apa kabar?

    BalasHapus
  7. @ Jeng Susi : iya nich mblakrak kemana-mana je blogkku.

    @ Mas Cikal :Apanya yang makin besar ?

    @ Art Blogger : Selamat malam mas, kabar baik, matur nuwun. Oleh2nya mana

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan sahabat